Honda Monkey atau CBR250RR, Harga Hampir Sama Pilih Mana ?

Meski harga jual beda tipis, keduanya punya pasar masing-masing. Monkey untuk konsumen pecinta roda dua klasik, sementara CBR seperempat liter buat penyuka motor sport.

Mereka memang dilego nyaris sama, andai sobat punya budget di kisaran segitu dan bingung mau pilih mana, coba baca artikel ini.

1. Desain
Honda Monkey juga memiliki banyak pilihan warna, yaitu kuning, merah dan hitam dipadu dengan stripe berwarna putih bermotif jadul. Penguat kesan retro, tentu emblem Honda lawas lho.

CBR250RR punya tampilan atraktif. Bukan warnanya, melainkan tarikan garis di beberapa sudut bodi. Tajam dan tegas. Paling kentara terlihat pada pahatan tangki yang melekuk tajam ke atas. Ditambah knalpot dual-muffler yang menyatu, berhasil membuatnya bak moge sejati.

Meski bentuknya jadul, tapi soal mesin tidak perlu dikhawatirkan, karena sudah dibekali sistem injeksi khas Honda, PGM-FI Electronic Fuel Injection, bukan karburator. Hal itu juga membuat motor ‘Monyet’ memiliki cukup tenaga dan memiliki pengaturan bahan bakar yang lebih efisien. Untuk BB sekitar, 67 km per liter. Dari segi keamanan, sudah menggunakan ABS satu channel di sistem pengeremannya. Ditambah dengan Inertial Measurement Unit (IMU) untuk mencegah ban belakang terangkat saat pengereman mendadak.

Si motor sport fairing punya Throttle by Wire. Teknologi itu menggantikan fungsi kabel gas menjadi kabel bertegangan listrik yang mengatur bukaan gas atau akselerasi. Kinerjanya lewat Accelerator Position Sensor. Selain itu, di kelas 250cc ia punya tiga riding mode. Ada comfort, sport dan sport+. Masing-masing mode punya ciri tersendiri. Comfort, untuk berkendara santai dan efisiensi bahan bakar. Sport, menghasilkan power maksimum linear (menyesuaikan putaran gas). Dan terakhir Sport-plus, memberikan respons gas yang lebih cepat saat ingin mengendara kencang atau agresif. Fitur itu juga merupakan sebuah keunggulan yang tak dimiliki oleh lawannya.

3. Fitur
Tampangnya memang klasik, tapi motor mungil itu punya fitur modern. Panel meter digital full LCD berbentuk bulat, pencahayaan sudah mengaplikasikan teknologi LED.

Panel instrumennya pun sudah full digital. Bahkan, akhir-akhir ini berembus kabar CBR250RR terbaru bakal mendapat tambahan fitur. Rumornya hendak dilengkapi keyless, assist & slipper clutch serta perangkat quick shifter ya.

4. Suspensi dan Pengereman
Dengan bobotnya yang ringan 107 kg, motor ‘kerdil’ itu punya suspensi yang sesuai. Bagian depan dipasangkan inverted telescopic berukuran 100 mm, belakang pakai shockbreaker dengan axle travel sepanjang 104mm. Membuat luwes saat melakukan manuver.

Untuk meredam guncangan dan menjaga pengendalian si motor sport fairing, bagian depan sudah mengadaptasi suspensi upside-down lansiran Showa. Di belakang, menggunakan mono shock dengan lima setelan dan sistem pro-link. Sayangnya, untuk tipe standar belum terpasang ABS.

5. Performa
Walau tidak bisa dibandingkan langsung, tidak ada salahnya jika kita berikan informasinya. Monkey punya mesin yang mengedepankan sensasi berkendara menyenangkan. Mesinnya silinder tunggal horizontal 4 percepatan SOHC 125cc. Ditunjang dengan teknologi PGM-FI yang menghasilkan tenaga maksimal 9,6 Tk pada 7.000 rpm dan torsi sebesar 11 Nm pada 5.250 rpm.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*